'UNGU VIOLET'

betapa sempitnya waktu
betapa besarnya cinta
Sutradara : Rako Prijanto
Penulis Skenario : Jujur Prananto
Dian Sastrowardoyo sebagai Kalin
Rizky Hanggono sebagai Lando
Rima Melati sebagai Nenek Kalin
Syarifa Zifa sebagai Erlina
Agastya Kandau sebagai Rudi
Gary Iskak sebagai Riza
Official site: http://ungu-violet.com
THE STORY:
Lando (Ricky Hanggono) seorang fotografer yang baru saja ditinggal tunangannya. Dalam kegalauannya ini dia bertemu dengan seorang gadis penjaga ticket busway yang bernama Kalin (Dian Sastrowardoyo). Lando pun kembali menemukan gairah hidupnya. Tapi hal ini tidak berlangsung lama, karena tanpa alasan yang jelas Lando meninggalkan Kalin begitu saja, yang membuat Kalin marah dan sakit hati.
Waktu terus berlalu, Lando yang tetap dengan kegalauannya mendapatkan Kalin sekarang telah menjadi seorang super model, dia melihat kehadiran kalin dimana-mana.
Timbul kerinduan dan keinginan untuk menemui Kalin kembali dan menjelaskan alasannya dulu pergi. Akhirnya kesempatan itu didapatnya, dia berhasil menemui Kalin, tapi lagi-lagi pertemuan ini berakhir dengan tragis karena Kalin mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dia buta. Walaupun kemudian Kalin mendapatkan donor untuk kornea matanya yang membuat dia bisa melihat kembali, tetapi dia tidak melihat kehadiran seorang Lando, laki-laki yang sebenarnya sangat dia cintai.
Bisakah Kalin akhirnya bertemu dengan Lando, atau apakah kornea mata itu?? Begitu sempitnya waktu, begitu besarnya cinta !!
MY STORY:
Rako Prijanto adalah pria yang bertanggung jawab terhadap puisi puisi indah Rangga di film Ada Apa dengan Cinta, jadi ngga heran kalau film perdana nya ini sangat puitis, indah persis kaya puisi puisinya..
Yang menonjol sekali adalah artistik dari film ini, bagus banget walaupun kalau suka nonton film nya wong kar way, kelihatan banget mas rako ini berusaha mendekati gaya wong kar way..dan rako memakai warna biru untuk menggambarkan Lando (kamarnya, kaos yang dipakainya) dan merah untuk Kalin (apartemen mewahnya, sampai lipstiknya), gue pernah baca di mana Rako bilang bahwa biru bercampur merah akan menghasilkan ungu alias violet di mana ide film ini mungkin berasal
Kedua adalah tata busana nya, apalagi adegan pemotretan di bukit kapur...bener bener memanjakan mata ngelihat dian satro berpakaian kaya chinesse concubine yang indah banget, walaupun adegan itu ngga perlu perlu amat di film itu..
Selain itu, sayangnya film ini B banget..ceritanya biasa banget dan terlalu melankolis..plus gue bukan penggemar film di mana pemeran utamanya tiba tiba buta dan pacarnya sakit leukimia :p.
Hubungan Lando dan Kalin juga kurang terbangun, kaya ujug ujug si Kalin udah jadi top model dan Lando hilang begitu ajah, kurang greget banget..
Dan harus diakui Rizki sebagai pendatang baru perlu banyak latihan, sosoknya kurang berasa di layar :) Dian sastro?? flat ajah sebagai Kalin, penjaga busway...tetep aja kelihatan cantik dan gaul walaupun ceritanya baru sebulan di ibu kota..
Rizki + Dian Sastro?? No chemistry at all :)
PS: Tapi kudu dengerin soundtracknya dari PADI...penting tuh !!!

0 Comments:
Post a Comment
<< Home